Kata 18.
PESAN CINTA
Kota pinggiran
Menyimpan serpihan kenangan
Dua makhluk bergelut dalam nuansa cinta klasik
Kala itu remaja
Suka duka mengepul di udara kota kecil ini
Tawa mungil dan tangis pedih disetiap sudut kota yang kita lewati
Bukan rekayasa semata
Bianglala dan komedi putar yang pernah melukis kenangan
Namamu telah tercantum dalam rimbunan pohon
Serta lampu malam sepanjang mata memandang
Waktu berlalu lama
Kusisipkan secarik senyum pada elokmu
Ku titipkan pesan melalui aroma jalan yang tak lagi sama
Kepada hujan telah kuceritakan semua tentangmu
Tiap momen bahagia yang muncul begitu indah
Aku merindunya
Sukma yang terus begadang pada tempat arahku memulai
Tanpa sadar menjadi persinggahan ku mengantarmu pulang
Pada asal sebelum kita saling kenal
Komentar
Posting Komentar